real
		time web analytics
Empat Sektor Haus IT di Indonesia

TOP CAREER – Lembaga konsutan global, Michael Page, mengungkapkan ada empat sektor yang haus akan tenaga Information Technology (IT) di Indonesia dalam satu tahun terakhir. Tingginya permintaan itu diperkirakan masih akan terus berlanjut dan cenderung naik.

Imeiniar Chandra selaku Manager Technology and Digital dari Michael Page Indonesia menjabarkan keempat sektor tersebut yakni e-commerce, logistik, financial technology (fintech), dan big data. Keempatnya mengalami pertumbuhan permintaan hingga 60 persen.

Tingginya permintaan tenaga IT pada e-commerce, ditopang oleh gencarnya perusahaan baik skala internasional hingga startup yang bermain di sektor ini. Apalagi masyarakat memang tengah mengandrungi gaya hidup instan yang ditawarkan e-commerce.

Selain e-commerce, Imeiniar menyebut sektor logistik menempati urutan kedua paling berpotensi dan banyak membutuhkan tenaga IT. Alasannya karena kedua sektor ini saling mendukung satu sama lain.

Mulai dari pemesanan, pengepakan, bagaimana barang tersebut sampai hingga bisa diterima oleh pembeli, itu semua menjadi rangkaian kegiatan logistik yang erat kaitannya dengan industri e-commerce. Terlebih sekarang ini sektor logistik mulai menerapkan teknologi dalam pelaksanaannya agar lebih efisien dalam pelayanan.

“Pasti mereka (industri logistik) punya sistemnya sendiri, agar enggak bolak-balik. Jadi lebih cepat pakai sistem komputer,” ujar dia.

“Bagaimana agar orang cuma satu, tetapi bisa menjangkau poin A dan B, lalu langsung drop barang ke tempat C, D, E. Jadi, dengan sistem IT itu akan membuat efisiensi dan pelanggan juga akan lebih cepat secara service-nya.”

Sektor industri ketiga yang masih erat hubungannya dengan dunia digital dan kini tengah mengalami peningkatan adalah sektor fintech. Apalagi industri keuangan kini seolah berganti wajah beriringan dengan pesatnya kemajuan teknologi, hingga sektor fintech ini hadir.

Seiring berkembangnya bidang fintech, khususnya perbankan, maka potensi meningkatnya kebutuhan SDM IT juga semakin besar. Namun, menurut Imeiniar berdasarkan kasus yang pernah ia tangani, pihak dari perbankan ini kerap kali keliru dalam hal merekrut pegawai.

“Misalkan pihak banking ingin merekrut untuk bagian disturb the banking system, tapi mereka tetap merekrut orang banking. Padahal kalau disturb berarti harus merekrut orang di luar jalur banking, seperti customer product, atau dari IT. Mungkin dari sudut pandang yang berbeda bisa membuat bentuk bisnis lebih berbeda,” ucapnya.

Dan terakhir, sektor yang mendesak membutuhkan tenaga IT, yakni  big data di mana menurut perempuan yang pernah bekerja di bagian perbankan ini, hampir seluruh perusahaan ingin memiliki satu big data.

“Mulai dari perusahaan penjualan makanan, internet, even dari banking mereka biasanya selalu punya big data dan ini nantinya sesuatu yang penting di Indonesia,” tambah Imeiniar.

COMMENT
500

Topcareer.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE