real
		time web analytics
Ragam Beasiswa di Negeri Mode

TOP CAREER – Perancis tak hanya sebagai destinasi negeri fesyen dan travelling saja, tetapi juga patut diperhitungkan sebagai tujuan pendidikan. Hal ini karena 90 persen anggaran negara ini dialokasikan untuk pendidikan, sehingga bagi mereka yang mencari peluang beasiswa sangatlah berpotensi.

“Pendidikan di Perancis itu mendapatkan subsidi langsung dari pemerintah Perancis. Subsidi tersebut bisa untuk perkuliahan di kampus negeri yang mana bisa diakses oleh mahasiswa asing juga,” ucap Editha Nurida selaku Koordinator Campus France Indonesia IFI (Institut Francais d’Indonesie) kepada TopCareer.id.

Mahasiswa asing yang melanjutkan pendidikan di universitas negeri dengan bahasa pengantar bahasa Perancis tidak perlu membayar uang kuliah. Sebab mereka sudah ditanggung oleh Pemerintah Perancis. Dan hanya berkewajiban membayar biaya registrasi universitas saja yang pertahunnya sekitar euro 250 atau kurang lebih Rp2,5 juta untuk S2. Dan euro 365 atau sekitar Rp4 juta untuk S3.

Selain biaya pendidikan yang cukup murah, Pemerintah Perancis juga memberikan berbagai macam kesempatan mendapatkan beasiswa. Jenis beasiswanya beragam, ada yang memang diberikan langsung oleh Pemerintah Perancis, pemerintahan daerah, pihak swasta atau universitas. Berikut di bawah ini jenis-jenis beasiswanya :

 

Beasiswa Eiffel Scholarship.

Adalah beasiswa yang diperuntukan bagi mahasiswa tingkat S2 dan S3. Beasiswa ini diberikan secara langsung oleh Pemerintah Perancis melalui Kementerian Luar Negeri Perancis. Pendaftarannya dilaksanakan selama setahun sekali dan biasanya dibuka dari akhir September hingga awal Januari.

“Tetapi untuk beasiswa Eiffel ini tidak mendaftar melalui kami. Tetapi mahasiswa pendaftar atau peminat itu harus menghubungi langsung pihak universitas yang akan dituju,” ujar Editha.

Lalu setelah menghubungi kontak kantor internasional di kampus yang dituju, barulah pendaftar mengirimkan berkas ke kampus. Dan apabila pendaftar berhasil diterima oleh kampus. Maka pihak kampus akan mengirimkan file atau rekomendasi kepada pihak Kementerian Luar Negeri Perancis yang selanjutnya pendaftar akan diseleksi oleh yang berwenang.

Menurut Editha, beasiswa ini bisa diajukan kepada universitas negeri maupun universitas swasta. Namun hanya terbatas pada lima bidang konsentrasi saja. Yakni hukum, ekonomi, bisnis manajemen, teknik, dan sains murni.

Karena Eiffel Scholarship termasuk beasiswa bergengsi, sehingga proses seleksi penerima beasiswanya pun tidak mudah dan tidak sembarangan. Bisa saja menurutnya pihak kampus menolak atau tidak menerima kandidat beasiswa Eiffel dan hal tersebut merupakan hak dari pihak universitas.

“Karena pihak kampus melihat dari background mahasiswanya seperti apa, apa memang qualified atau tidak seperti itu.”

Dengan mendapatkan beasiswa Eiffel Scholarship, mahasiswa akan mendapatkan beasiswa yang mencakup biaya hidup senilai euro 1.180 perbulan. Kemudian tiket pesawat pulang-pergi, bebas visa, dan asuransi kesehatan.

“Tapi kalau diterima beasiswa Eiffel Scholarship di universitas swasta, maka ada biaya kuliahnya,” tandas perempuan lulusan sastra Perancis Unpad ini.

Jika melihat pada Campusfrance.org, biasanya ada tiga hal yang menjadi kriteria penilaian juri di Kementerian Luar Negeri Perancis antara lain, Pelamar merupakan kandidat unggulan; Politik internasional dari lembaga yang mewakili kandidat; dan Politik kerjasama dari kementerian luar negeri dan Uni Eropa dengan negara asal kandidat.

Sedangkan dari segi usia,  untuk program S2 maksimal adalah mereka yang berusia 30 tahun dan untuk S3 maksimal berusia 35 tahun.

 

Beasiswa Co-finance Perancis & Indonesia

Beasiswa Eiffel Scholarship awalnya termasuk beasiswa BGF (France Government Scholarship), beasiswa yang memang dikelola oleh pemerintah Perancis. Namun, di samping ada beasiswa Eiffel ada juga beasiswa yang bersifat partnership atau co-finance.

Beasiswa ini didanai oleh dua pemerintahan sekaligus, mencakup Indonesia – Perancis. Biasanya menurut Editha, mereka yang mendapatkan beasiswa ini adalah kandidat yang berasal dari Kemenlu RI, Kementerian Ristek Dikti, Kementerian Perikanan dan Kelautan, dan lain-lain.

“Seperti kemarin ada lima diplomat dari Kemenlu yang mendapatkan beasiswa co-finance tersebut,” tambah Editha.

Karena termasuk beasiswa partnership sehingga benefit-nya pun berasal dari Indonesia-Perancis. Oleh karena itu, IFI hanya memberikan beasiswa yang mencakup asuransi kesehatan, bebas visa, biaya kuliah yang mencapai euro 500 perbulan serta akan dicarikan tempat tinggal.

Sedangkan untuk biaya hidup, dan biaya tempat tinggal dan yang lainnya biasanya berasal dari lembaga atau badan pemerintahan Indonesia.

 

Beasiswa IFI France Embassy Excellent

Merupakan beasiswa yang dikelola oleh IFI secara langsung. Beasiswa ini dibuka setahun sekali di akhir Juni hingga awal Juli dan terbuka bagi semua bidang konsentrasi. Namun kuotanya dibatasi hanya untuk 10 orang saja.

Bagi mereka yang berminat, syaratnya harus melampirkan ijazah dan transkip nilai IPK minimal 3,5. Selain itu, kandidat harus sudah memiliki LoA (Letter of Acceptance) dari universitas yang kandidat tuju, serta melampirkan CV dan surat motivasi.

Dokumen selanjutnya adalah menunjukan skor TOEFL / IELTS  bila bermaksud berkuliah di universitas yang menggunakan bahasa Inggris atau melampirkan Delf (Diploma d’etudes en langue francaise) bila bermaksud berkuliah di universitas yang menggunakan bahasa pengantar Perancis.

 

Hanya saja perbedaannya, bila sekiranya akan mengambil konsentrasi ilmu sosial maka disarankan mengambil Ijazah Delf B2. Sedangkan bila mengambil konsentrasi ilmu sains dan teknologi cukup dengan Delf B1.

“Tapi kalau untuk syarat beasiswa IFI tidak ada minimum skornya selama dia sudah punya Delf B2 bisa apply untuk yang IFI. Kalau perkuliahannya pakai bahasa Perancis. Cuma kemarin banyak juga mahasiswa yang ditolak universitas untuk pengajuan beasiswa lain. Jadi saya selalu sarankan mahasiswa minimal skor Delf nya 65,” ucap Editha.

Sama seperti beasiswa co-finance, Eiffel, beasiswa IFI Excellent Scholarship juga termasuk beasiswa BGF beasiswa yang berasal dari pemerintahan Perancis. Manfaat yang akan diterima oleh kandidat yang menerima beasiswa IFI ini adalah beasiswa biaya hidup dan biaya kuliah sebanyak euro 600 perbulan, asuransi kesehatan dan bebas Visa.

 

Beasiswa Pemerintahan Regional dan Perusahaan Perancis

Tak seperti di Indonesia yang biasanya beasiswa yang berasal dari pemerintahan daerah itu hanya berlaku untuk masyarakat daerah saja. Di Perancis, beasiswa pemerintahan regional bisa diperuntukkan bagi mahasiswa asing juga.

Menurut Editha, beasiswa ini bisa didaftarkan apabila calon kandidat sudah berada di Perancis. Dan biasanya berlaku untuk tahun kedua perkuliahan. Namun ketika ditanya lebih lanjut terkait beasiswa ini, Editha tidak bisa menjelaskan secara rinci.

Selain beasiswa tersebut, ada juga beasiswa yang diberikan oleh perusahaan yang memang berasal dari Perancis.

“Dulu sebelum tutup, Total Oil Indonesia itu memberikan beasiswa untuk mahasiswa sampai terakhir pada 2015. Tetapi sekarang peran Total Oil di Indonesia juga sudah mula berkurang, karena project-nya sudah selesai,” ucap Editha.

Meski begitu, menurut Editha banyak juga perusahaan lainnya dari Perancis yang membuka usaha di Indonesia seperti Peugeot, L’oreal Paris dan salah satu perusahaan yang memberikan beasiswa kepada mahasiswa yakni GDF Suez.

Tak hanya itu, manfaat lain yang dapat dirasakan oleh mahasiswa bila melanjutkan pendidikan di Perancis adalah bisa mendapatkan subsidi tempat tinggal sebesar 40 persen. Dan sebagai negara modern ternyata kehidupan di Perancis termasuk murah.

“Kalau di Paris itu sekitar euro 1.000 perbulan. Di luar kota sekitar euro 650 perbulan. Itu semua sudah termasuk transportasi, makan, apartemen, biaya hang out. Jadi termasuk biaya hidup layak. Dan di antara negara Eropa, Perancis yang paling murah biaya hidupnya.”

“Ini kisah nyata, karena dulu saya mau kuliah di Twente University di Belanda itu public school. Biayanya euro 14.000 harus bayar ke pihak universitas sebagai mahasiswa asing. Dan di Belanda itu tidak ada subsidi untuk tempat tinggal. Jadi biaya hidupnya jauh lebih mahal sebenarnya,” tutup Editha.