real
		time web analytics
Indonesia Banjir Stok Perawat dan Bidan

TOP CAREER – Deputi Kerja Sama Luar Negeri dan Promosi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNPP2TKI) Elia Rosalina mengatakan tenaga perawat dan bidan di Indonesia saat ini dalam jumlah yang  surplus. Tak ingin kondisi tersebut kian memperberat angka pengangguran terdidik, pemerintah menyiapkan beberapa langkah.

Salah satu strategi yang disiapkan BNP2TKI dengan melakukan sejumlah upaya agar para lulusan perguruan tinggi kesehatan di Indonesia dapat menembus dan memanfaatkan peluang kerja diluar negeri bidang kesehatan.

Dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja bidang kesehatan di pasar global, BNP2TKI terus gencar melakukan upaya, antara lain melakukan fasilitasi peningkatan kualitas dan kompetensi calon tenaga kerja kesehatan didalam negeri. BNP2TKI juga terus berperan aktif dalam menjalin koordinasi dengan berbagai stakeholders di dalam negeri dengan cara melakukan upaya upgrading skill (upskilling) bagi lulusan perguruan tinggi kesehatan di Indonesia.

"Selama ini terdapat gap antara kualitas dan kompetensi lulusan perguruan tinggi keperawatan dengan permintaan dari luar negeri. Untuk itu perlu dilakukan upskiling bagi lulusan tersebut agar sesuai dengan permintaan," ujar Elia.

Adapun kesenjangan tersebut meliputi kemampuan dalam berbahasa asing terutama bahasa inggris dan bahasa tujuan negara penempatan serta kompetensi.

Lebih lanjut ia mengatakan ada enam hal yang perlu disiapkan yaitu kesiapan calon tenaga kerja untuk bekerja ke luar negeri, adanya lembaga upgrading skill yang terakreditasi oleh pemerintah, tersedianya instruktur/fasilitator yang telah mengikuti training of trainer (ToT) tenaga kerja luar negeri (TKLN), adanya modul pelatihan upgrading skill yang demand drive.

Selanjutnya adanya pembiayaan upgrading skill dan adanya sertifikasi setelah mengikuti upgrading skill. Sebagai pilot project, BNP2TKI telah melaksanakan kegiatan upgrading skill sektor kesehatan ini di beberapa wilayah di Indonesia antara lain di Mataram, Jawa Tengah, dan Makasar. Pelaksanaan upgrading skill ini dilaksanakan oleh lembaga upskilling di daerah yang difasilitasi oleh BNP2TKI setempat.

Saat ini setidaknya sudah ada sebanyak 94 instruktur/fasilitator yang terdapat di enam provinsi di Indonesia yang telah mengikuti ToT TKLN untuk menunjang kegiatan upgrading skill, terdiri dari 44 fasilitator untuk caregiver, 50 fasilitator/reviewer proviciency RN (Registered Nurse) dan Licensed Practical Nurse (LPN) serta enam orang master reviewer dan fasilitator yang memfasilitasi pelaksanaan ToT.