real
		time web analytics
Profesi Pengubah Status Perusahaan Jadi Milik Publik

TOP CAREER – Kamu pernah dengar soal aksi korporasi dari perusahaan-perusahaan publik di Indonesia? Nah sebelum menjadi perusahaan publik, perusahaan tersebut harus tercatat dulu di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta memperdagangkan efeknya di pasar modal Indonesia. Satu profesi yang membantu proses perubahan itu adalah Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) atau biasa disebut dengan underwriter.

Untuk menjadi underwriter di Tanah Air tak sembarang orang tentunya. Menurut regulasi yang ada, orang yang ingin menjadi underwriter harus mengantongi lisensi izin WPEE yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagi Pihak yang mempunyai izin WPEE ini diperbolehkan melakukan kegiatan sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) namun tidak berlaku untuk sebaliknya. Sederhananya, orangnya yang punya izin underwriter boleh melakukan kegiatan sebagai broker, namun izin broker tidak dapat melakukan kegiatan sebagai underwriter.

Biasanya, underwriter bekerja ketika perusahaan yang menjadi kliennya berencana menggelar penawaran saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) di pasar modal, menjual saham baru alias rights issue, atau menerbitkan obligasi. Jadi, inti tugas wakil penjamin emisi adalah membantu kliennya ketika mencari dana di pasar modal.

Meski kelihatannya sederhana, cakupan kegiatan penjaminan emisi di pasar modal sangat luas dan kompleks. Wakil penjamin emisi harus melakukan tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan dan persiapan penawaran, pengajuan dan penyampaian pendaftaran ke otoritas terkait, mengawal proses penawaran umum, sampai proses pencatatan di bursa.

Ketika menyusun rencana dan persiapan penawaran, misalnya, underwriter harus menghitung opsi terbaik pembiayaan untuk emiten yang menjadi kliennya. Mereka harus menghitung kemampuan keuangan emiten, prospek bisnis emiten ke depan, dan tujuan pembiayaan. Dengan begitu, mereka bisa menentukan cara pembiayaan yang paling tepat, apakah emiten menerbitkan saham atau obligasi.

Underwriter juga mesti menghitung biaya yang timbul dari opsi pembiayaan yang akhirnya dipilih. Ketika sudah mengalkulasi dan menentukan langkah financing yang akan diambil, wakil penjamin emisi juga harus memperkirakan jumlah dan harga penawaran efek agar  sesuai dengan kebutuhan emiten dan sekaligus kondisi pasar modal.

Setelah itu, tentu saja underwriter harus mengawal proses penawaran efek agar seusai dengan hasil yang diharapkan sesuai kontrak penjaminan. Ini juga salah satu perbedaan WPEE dengan WMI dan WPPE. WPPE mengeksekusi kalkulasi atau analisisnya sebelumnya. Jadi, tidak sekadar menganalisis.

Karena cakupan pekerjaan yang sangat luas dan kompleks, kualifikasi yang dituntut dari seorang wakil penjamin emisi tidak main-main. Lantaran itu pula, tak pelak WPEE diganjar bayaran yang kinclong.