real
		time web analytics
Ronal Blak-Blakan Soal Urusan Dapur

TOP CAREER - Ronal Surapradja, menilai radio sebagai tempat penggemblengan kariernya. Ia pun berbagi kisah rahasianya.   

Karier Ronal di dunia radio bukan seperti anak kemarin sore. Ia sudah menjadi penyiar sejak kuliah di Bandung tepatnya sejak 1999. Sebagai orang baru yang belum memiliki nama kala itu, Ronal pun harus rela dibayar ala kadarnya.

“Kalian tahu enggak berapa bayaran saya siaran dulu? Saya itu dulu cuma dibayar Rp4.000-Rp35.000/jam. Itu 1999-2005. Sekarang sih beda, gajinya sama kayak gaji gubernur,” katanya sambil bercanda kepada TopCareer.id.

Baginya ngomong sebagai penyiar radio bukanlah pekerjaan mudah. Penyiar harus membangun theater of mind para pendengarnya. Ia tak ingin menjadi penyiar yang berbicaranya dibuat-buat. Gemar membaca dan menonton film diakui Ronal sebagai alat untuk menambah modal bahan siaran.

“Yang lebih ganteng, pinter, lucu dari saya banyak. Kalau saya enggak memperkuat itu dan enggak kreatif pasti kelibas,” paparnya.

Menurutnya, bekerja di radio bisa memperkuat modal jika seseorang ingin terjun ke dunia hiburan Tanah Air. Karena siaran diibaratkan sebagai sekolah dimana setiap saat ia dituntut untuk berpikir cepat dan mengasah kemampuan public speaking.

Selain menjadi penyiar dan MC, Ronal nyatanya juga menjajal kemampuan menjadi produser musik. “Saya ingin mencoba hal baru jadi orang dibelakang layar. Yang saya produseri juga teman-teman saya. Kebetulan memiliki visi, misi, otak dan jiwa yang enggak jauh beda”.

Sebagai produser, Ronal termasuk selektif. Ia memilih musisi yang dianggapnya dapat bertanggungjawab atas karya yang dibuat. “Saya enggak akan bikin musik yang enggak saya suka. Saya suka musisi yang bertanggung jawab dengan karyanya. Semua artis yang saya sign punya karya ciptaan sendiri. Mengerti lagunya dan bisa mempertanggungjawabkannya secara live,” ungkap Ronal.

Menurutnya, bekerja dengan orang-orang hebat yang memiliki wawasan yang lebih darinya merupakan suatu bentuk kenikmatan spiritual orgasm bagi seorang seniman, bukan money orgasm