real
		time web analytics
Insting Makeover Fashion Stylist

TOP CAREER – "Biasanya dalam sekejap, insting makeover saya bisa muncul hanya dengan memperhatikan salah satu unsur," ungkap Michael Maiq, fashion stylist kenamaan Indonesia.

Demikian pengakuan Michael ketika me-makeover seseorang. Dan Paula Abdul, selebriti internasional  juri dari X-Factor America, adalah satu dari sekian banyak orang yang sempat merasakan tangan dingin Michael Maiq. Tepatnya ketika Paula menjadi juri tamu sebuah acara di salah satu televisi swasta Tanah Air. Jauh sebelum itu Michael punya rekam jejak panjang sebagai fashion stylist.

Dalam makeover, menurut Michael, ada empat unsur krusial yang harus diperhatikan. Yakni struktur tubuh, komposisi warna, karakter, dan tren. Keempatnya pun punya perincian masing-masing.

Semisal, struktur tubuh. Di unsur ini bisa dikategorikan dalam bentuk tubuh seperti segitiga terbalik, segitiga, jam pasir, atau bentuk lonjong.

Michael memperinci ciri umum segitiga terbalik yakni bentuk tubuh terlihat besar di bagian atas dan kecil di bagian bawah. Guna memiminimalisasi kekurangan tersebut maka si klien bisa mengenakan busana dengan motif garis-garis vertikal atau motif bunga-bunga kecil yang  dipadukan dengan kombinasi warna yang gelap untuk menambah kesan tubuh terlihat ramping.

Berikutnya pemilik struktur tubuh dengan bentuk segitiga, biasanya adalah mereka yang memiliki bentuk tubuh yang kecil di bagian atas dan besar di bagian bawah. Agar terlihat lebih berisi, pemilik tubuh ini bisa mengenakan pakaian dengan motif horizontal atau motif bunga-bunga yang besar dipadukan dengan warna yang cerah.

Struktur tubuh selanjutnya yakni tipe jam pasir. Lazimnya mereka memiliki pinggang yang kecil sedangkan bagian atas dan bawah tubuhnya sama.

"Yang paling proporsional adalah bentuk tubuh lonjong, biasanya dia bisa pakai baju apa saja,” ujar Michael.

Setelah bisa membedakan struktur tubuh dan komposisi warna, maka yang harus diperhatikan selanjutnya adalah karakter klien. Apakah klien termasuk dalam tipe feminim atau androgini. Lalu apakah karakter tersebut ingin diubah atau tidak sama sekali. ”Jangan sampai si feminim kita ubah jadi androgini yang enggak sesuai maunya dia kan enggak nyambung.”

Oleh sebab itu, penting adanya komunikasi dengan klien sebelum si fashion stylist melakukan makeover. Sehingga saat makeover  sudah selesai. Klien merasa percaya diri.

Kemudian tren turut pula menjadi unsur penting yang harus diperhatikan. Sehingga fashion stylist harus up to date tren fesyen saat ini. “Biasanya untuk mendapatkan inspirasi, saya lihat tayangan televisi dan film luar negeri atau datang di acara pagelaran busana,” kata Michael.

Di lapangan, fashion stylist nyatanya tidak hanya menjadi milik kaum hawa semata. Tanpa bermaksud membedakan gender, Michael malah merasa fashion stylist yang berstatus adam lebih unggul. Menurutnya, stylist perempuan hanya mampu me-makeover dengan dua kemungkinan yakni mengubah menjadi dirinya atau orang lain.

Ia pun menyoroti tentang kualitas fashion stylist kebanyakan di Indonesia, terlebih dengan maraknya pertumbuhan fashion blogger. Terkait itu ia berujar, “Di Indonesia hanya satu, dua yang bisa dikatakan fashion blogger keren. Kebanyakan mereka saya lihat hanya mampu membeli busana, bukan menciptakan sendiri,” ujarnya.

Padahal sejatinya seorang stylist itu harus berani tampil beda dari orang lain dengan cara menciptakan gaya baru dengan memadupadankan busana lawas dengan busana yang saat ini sedang menjadi tren. Atau mungkin dengan kemampuan mendesain sendiri pakaiannya.

“Saya lebih prefer pada mereka yang mendesain sendiri bajunya,” nilai Michael.

Sama halnya dengan profesi profesional kebanyakan, fashion stylist nyatanya juga dituntut mengantongi sejumlah kompetensi. Bekal pendidikan dalam bidang terkait tentu turut andil dalam membentuk kompetensi tersebut. Seperti Michael merupakan alumnus sekolah fashion design.

Menyinggung karier, Michael merintisnya dari satu majalah lifestyle sebagai fashion stylist dan fashion editor selama satu dekade lebih. Tugas utamanya menentukan konsep pemotretan, mulai dari menentukan tema, model, make up artis, konsep foto, layout, hingga kostum yang akan dikenakan oleh si model.

Tanggung jawabnya tidak selesai sampai di sana. Usai sesi pemotretan, ia harus menuliskan penjelasan di layout foto. Dari sana kepiawaiannya kian menjadi.  

Ketika disinggung soal bayaran sebagai fashion stylist, Michael hanya tersenyum bangga.

Profesi fashion stylist sendiri tidak hanya tersedia di majalah saja. Mereka juga bisa menjadi bagian dalam industri media elektronik seperti televisi yang mengatur kostum host dan anchor.

Mereka pun bisa bermain di ranah advertising, dengan label fashion merchandise (FM). Tugasnya mengonsep dan mengatur mannequin yang akan dipajang.

Selain itu, pekerjaan serupa seperti fashion stylist ada juga di bidang sinetron dan film rata-rata disebut wardrobe. Merekalah yang mempersiapkan kostum yang akan dipakai oleh artis sesuai dengan peran yang dimainkan.  

COMMENT
500

Topcareer.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE