real
		time web analytics
Hotel Serba Art yang Instagramable Banget

TOP CAREER – Menginap di hotel ala bintang 5 dengan gaya serba mewah agaknya sudah biasa, gimana kalau berburu pengalaman menginap di hotel dengan suasana yang serba art? Enggak cuma service bagus yang didapat, koleksi foto yang Instagramable juga makin banyak. Apalagi art space yang disuguhkan adalah gaya khas anak muda dengan sentuhan pop art.

Artotel di bilangan Jakarta Pusat menyajikan pengalaman baru dengan mengusung tema menginap yang “nyeni banget”. Bahkan enggak cuma menginap, mau sekadar meeting-meeting santai sambil menikmati sajian unggulan atau cuma lihat-lihat art space pun dipersilakan.

Berbincang mengenai konsepnya, Sales Executive Artotel Thamrin, Samuel Arga Sihombing menyampaikan pada TopCareer.id bahwa Artotel sebenarnya merupakan tipe butik hotel. Tipe ini biasanya mempunyai konsep dengan mengedepankan desain interior di luar desain hotel pada umumnya, bahkan out of the box.

Samuel menuturkan Artotel ingin mengambil segmen tamu-tamu yang peduli tempat tinggalnya, dengan dekorasi yang lebih eye catching, yang bahkan kalau difoto itu memiliki nilai seni yang tinggi, sehingga arahnya tidak cuma asal dekor saja.

Bagian cover keseluruhan gedung tampak depan saja, Artotel tampak paling pop art di antara bangunan-bangunan di sebelahnya. Masuk ke bagian dalam, tamu langsung disuguhkan desain interior yang menarik.

Sudut Art Space

Salah satu lantai di gedung Artotel ini, ada yang namanya art space dan itu terbuka untuk umum. Pada bagian art space, kalian bisa melihat beberapa karya seni bertema anak muda. Kalian juga bisa langsung bergaya seru sambil nambah koleksi foto Instagram. Gallery on show di Artotel ini, tiap satu atau dua bulan akan berganti-ganti display seninya.

Free, ke sini cuma mau lihat art space-nya pun boleh, itu 24 jam. Cuma memang lapor dulu ke kami, kalau mau ke art space-nya. Bagi yang mau show di situ biasanya langsung hubungin kurator dari kami. Setelah itu di-handle oleh head office Artotel Indonesia. Mereka yang mengatur jadwal show para seniman untuk memamerkan hasil karya mereka,” ujar Samuel.

Artotel juga diharapkan bisa menjadi pojok seni sebagai projek besar ke depannya. Bahkan, upaya itu sudah dilakukan dengan seringnya membuka kelas seni untuk umum bagi siapa pun yang berminat, khususnya seni rupa.

Materi yang ada di kelas seni ini berbeda-beda tiap sesi, tergantung pengajarnya. Ada yang menggambar karikatur, ada yang menggembar animasi di media notes, kemudian menggambar di atas talenan dengan kuotes yang lagi happening sekarang.

“Sudah jalan  sekitar dua bulanan. Kelas seni itu start Rp300 ribuan untuk sehari itu aja. Harga itu sudah termasuk coffee break, sama alat-alatnya juga. Biasanya sekitar 4 jam, tergantung masing-masing pengajar biasanya perlu waktu lama atau sebentar.”

Meeting Santai di RoCA

Selain gallery on show di art space, di Artotel juga mempersilakan siapa pun di luar tamu hotel untuk menikmati hidangan santai ditemani desain restoran yang unik. RoCA, merupakan restoran dan bar yang ada di Artotel. Letaknya yang berada di lobi hotel ini memudahkan siapa pun untuk mengaksesnya.

Mengusung tema art, sudah pasti restorannya pun didesain dengan tema yang se-art mungkin. Tempatnya juga dibikin cozy, santai, namun bagi kalian yang punya jadwal meeting kecil 5-8 orang, RoCA bisa menjadi rekomendasi yang cocok.

Menurut Samuel, meeting di RoCA ini meski santai, tetap bisa membawa suasana intimate sehingga bakal terasa lebih nyaman. Disediakan pula smoking area bagi tamu RoCA yang memang merokok. Jangan salah, area merokoknya pun tak didesain sembarangan, tetap artsy.

Mulai dari western sampai yang Indonesia banget, mau breakfast atau dinner, semua masuk dalam menu sajian di RoCA. Ada menu yang jadi andalan, yakni Nasi Goreng Kemangi dan Escargot. Sementara, harga makanan yang dibanderol di RoCA ini kisaran Rp45 ribu sampai Rp170 ribu.

Bagi yang berminat ngopi-ngopi sambil ngerjain tugas juga bisa. Apalagi kopi di Artotel ini kerja sama dengan Filosofi Kopi, sudah tahu dong?

“Kopinya juga masih terbilang murah karena kami kan kerja sama dengan Filosofi Kopi. Kami pakai kopi yang sama dengan mereka, cuma pekerjanya dari kami. Ingredients-nya, recipe-nya dari mereka,” ucap Samuel.

Nightlife Ala Bart

Mau mingle bareng teman-teman sambil menikmati suasana malam di rooftop? Artotel punya Bart atau bar at the rooftop. Bar ini letaknya ada di lantai 7, yakni lantai paling atas gedung Artotel. Desain ruangan yang ada di Bart ini mengusung tema monokrom, sehingga menampilkan kesan klasik.

Selain bisa menikmati panorama Jakarta pada malam hari sambil berkumpul bersama teman, lagi-lagi Bart juga cocok untuk nambah foto kekinian kalian. Bar yang buka mulai pukul 16.00 sore sampai pukul 01.00 dini hari ini, selalu menghadirkan DJ live music setiap hari, dan live band tiap Kamis dan Sabtu.

Bart sendiri memiliki range harga makanan Rp 30 ribu sampai Rp70 ribuan. Makanan yang ada di Bart juga hanya makanan kecil saja, seperti pisang goreng ice cream. Sementara, minuman yang disediakan mulai dari mocktail hingga cocktail.

Bart juga bisa digunakan untuk keperluan gathering nonformal. Apalagi dengan suasana outdoor bisa menambah keseruan. Untuk gathering nonformal seperti itu, Artotel memasang tarif Rp30 juta di weekdays dengan minimum 70 orang.

“Itu kalau close, artinya enggak terima tamu lagi. Sudah include makanan dan minumannya, no alkohol. Kalau weekend sekitar Rp40 juta. Kami tetap lihat case by case event-nya seperti apa. Ini hanya garis besar aja,” terang Samuel.

Kamar yang Artsy

Gedung Artotel memiliki 7 lantai, dengan tiga tipe kamar, yakni Studio 20, Studio 25, dan Studio 40. Masing-masing nama studio itu merepresentasikan luas tiap kamarnya. Dan dari 7 lantai Artotel, hampir di tiap lantai digarap oleh seniman yang berbeda.

“Bosen kalau satu seniman untuk semua bangunan, konsistensi boleh tapi komersil juga perlu,” kata Samuel.

Satu seniman yang mendesain satu lantai, mulai dari lorong kamar hingga tiap interior ruangan kamar. Karena satu seniman punya gaya tersendiri, jadi tema tiap lantai pun akan berbeda suasananya. Namun, tiap kamar di satu lantai itu akan berbeda gambarnya, meski dengan tone yang sama.

Lantai ground itu digarap oleh seniman Eddie Hara, temanya lebih ke kartun-kartun monster. Lantai 2 itu senimannya perempuan, Yhka Amelz, jadi girly dan chick. Lantai 3 itu Zacky Arifin, dibikin zona kapur, memang semuanya gambar-gambar hewan dengan kapur.

Samuel melanjutkan, untuk lantai 4 digarap oleh Oky Rey Montha, seniman pirates.Desain-desain pirates-nya pun terinspirasi dari serial manga One Piece. Kalau lantai 5 itu coretan-coretan krayon dari Wisnu Auri. Coretan beraturan, namun tak jarang orang melihatnya sebagai seni abstrak.

“Dia (Wisnu Auri) ikut sumbang, tapi di smoking area-nya. Baru lantai 6 itu adalah yang ikut isi di lobi juga, Eddie Hara. Lantai 7 itu tema monokrom, polkadot, garis-garis, hitam. Lantai 6 jadi lantai favorit karena gamabarnya masuk ke semua orang.” 

Lantai 7 yang hanya berisi Bart ini, digarap oleh fashion fotografer Ryan Tandya. Sementara, untuk desain cover gedung Artotel yang full grafiti itu dikerjakan seniman Darbotz bersama timnya. Untuk lantai mezanin pun, fotografer Marsio Juwono ikut ambil bagian.

Sementara, fasilitas di kamar hotel ini pada Studio 20 ada safety deposit box, hair dryer & ipod dock, serta Dolce Gusto coffee maker. Di Studio 25, ada tambahan mini fridge, serta sofa bed. Dan di Studio 40  ada tambahan living room. Masing-masing tipe kamar disediakan LCD TV dan high speed wifi.

Range harga di tipe kamar Studio 20 start Rp890.000 dengan single atau double bed room, sudah include brakfast. Kemudian Studio 25 mulai dari Rp1.175.000 untuk satu malam, sementara Studio 40 dibanderol mulai dari Rp1.350.000. 

“Pas ulang tahun ketiga kemarin, kami redecorate kamar yang ada di lantai Mezanin. Ada 5 kamar, berbarengan dengan artspace dan ruang meeting kecil. Satu kamar didesain sama 5 orang, satu tim 5 orang, total 25 seniman kemarin, termasuk ada Fluxcup. Dan diresmikannya oleh Triawan Munaf dari Bekraf,” pungkas Samuel.