real
		time web analytics
Gambar di Kertas Pakai Pensil Masih Tetap Asyik, Ini Keunikannya!

TOP CAREER – Kamu suka gambar pakai teknik yang digital atau masih konvensional? Keduanya punya plus minusnya masing-masing, kok. Di era serba teknologi, bukan berarti menggambar di kertas dengan pensil atau alat tulis lainnya itu menjadi ketinggalan zaman.

Menggambar dengan teknik konvensional punya keunikan tersendiri juga mudah dipelajari dengan tools-tools seadanya. Berbeda dengan digital yang kadang terkesan lebih rumit. Ada keuntungan lainnya kalau kamu belajar menggambar dengan teknik konvensional.

1. Belajar Lebih Hati-Hati

Misal kamu menggambar dengan pensil atau cat air, di mana kamu membutuhkan kehati-hatian dalam mengerjakannya justru itu menjadi keuntungan tersendiri. Terbiasa hati-hati dalam menggambar akan membuatmu juga lebih tekun dan memperhatikan detail tiap melakukan pekerjaan.

“Akan berlatih untuk hati-hati di kehidupan juga sih. Jadi terbiasa kayak kalau salah harus ngulang dari awal,” kata Alif Quita, ilustrator Egglustration kepada TopCareer.id.

2. Ciptakan Goresan “Cacat” yang Alami

Menggambar dengan taknik digital seolah bisa benr-benar bersih dari goresan-goresan yang mungkin tidak diinginkan. Namun, dalam menggambar secara konvensional, goresan-goresan clumsy itu memberikan kesan tersendiri.

Alif menambahkan, goresan clumsy itu bakal lebih manusiawi jika ada dalam seni menggambar konvensional. Dan menggambar secara konvensional juga dinilai bisa menghasilkan warna-warna yang mungkin kalau di digital itu tidak keluar.

“Goresan-goresan yang istilahnya cacat, goresan clumsy, kalau digital enggak terlalu kelihatan, tapi kalau di tradisional goresan-goresan enggak sengaja itu akan tetap ada. Lebih manusia gitu.”

3. Lebih Sederhana

Kebanyakan orang berpikir kalau menggambar digital akan membutuhkan cara yang cukup rumit. Namun, kalau menggunakan peralatan menggambar konvensional, seperti kertas, cat warna, pensil, pulpen, bisa lebih mudah jika dipraktikkan secara langsung.

“Kalau digital mungkin mikirnya butuh alat-alat canggih dan sebagainya. Kalau untuk gambar tradisional itu lebih sederhana cara belajarnya karena enggak butuh alat-alat yang aneh. Belajar pakai pensil pun bisa, berapa lamanya ya tergantung,” jelas Alif.