real
		time web analytics
Editor Ibarat Pesulap dari Dunia Film

TOP CAREER – Banyak komponen yang membuat sebuah film itu bisa dinilai bagus atau tidak. Salah satunya yang terbilang krusial, yakni tahap editing. Scene yang semula biasa saja, jika terkena sentuhan editing film, maka hasilnya dinilai bisa jadi luar biasa. Editor ini ibarat pesulap di dunia film. 

Bahkan, aktor yang ketika syuting tidak terlalu menonjol, bisa dibuat bersinar berkat tahap editing film. Hal itu dituturkan oleh Editor Film kawakan Indonesia, Sentot Sahid. Editor film yang sudah melanglang buana di dunia perfilman ini menyebut bahwa tahap editing tak bisa disepelekan.

Ia sempat bercerita kepada TopCareer.id, ada satu kesempatan, seorang aktor meraih piala Oscar, kemudian maju ke panggung dan mengucapkan terima kasihnya kepada sang editor film. Kenapa? Karena sebagai pemain (aktor) saja, bisa merasakan bahwa sang aktor di film itu betul-betul punya karakter kuat lantaran proses editing.

“Tahapan editing dibilang krusial karena dia bisa mengangkat semua lini, artinya bagian-bagian yang kurang maksimal misalnya di bidang akting, ditutupin. Kan prinsipnya editing adalah membuang yang tidak baik, memberikan yang baik lebih banyak,” ujar Sentot menjelaskan.

Kalau diceritakan, tanggung jawab seorang editor itu pada intinya adalah menjadi jembatan antara produser, sutradara, dan seluruh film maker dengan para penonton. Kalau si editor tak bisa menerjemahkan maksud film maker, ya tentu pesan dari film itu tak bisa sampai kepada penonton.

Seorang editor, kata dia, harus tahu betul film itu mau berbicara apa, film itu mau memberikan kesan seperti apa dari film maker-nya. Impresi atau kesan yang dibangun pun akan tergantung pada bentuk dan jenis filmnya. 

Selain itu, seorang film editor paling tidak memiliki sense of storytelling agar hasil editing bisa runut  dan mampu bercerita kepada penonton melalui bahasa gambar dan audio itu tadi.