real
		time web analytics
Coffee Roaster Harus Tahu A-Z Kopi

TOP CAREER - Perkembangan coffee shop di Tanah Air belum juga padam. Hampir tiap bulan ada saja bermunculan coffee shop baru. Dalam hal ini ada satu profesi yang pegang peranan penting dalam satu coffee shop. Profesi tersebut adalah coffee roaster.

Mungkin kamu pernah mendengar satu kalimat yang mengatakan, "Ada banyak cerita dan kisah dalam secangkir kopi." Yup, jika ditelaah lebih lanjut dalam penyajian secangkir kopi nikmat yang kamu seruput di coffee shop ternyata prosesnya panjang. Tidak sesederhana seperti menyereputnya saja. Coffee shop menjadi muara terakhir sebelum secangkir kopi mendarat ke atas meja penikmatnya. Sebelumnya, kopi telah melewati banyak tangan yang memprosesnya satu per satu dengan passion dan antusiasme yang menjadikannya begitu istimewa.

Ramdhan Pradhana, roaster Simetri Coffee, kepada TopCareer.id, menjelaskan dalam mendapatkan kopi-kopi terbaik bermula dari tempat dimana kopi tersebut dibentuk yakni dikebun kopi itu sendiri. Seorang roaster yang baik harus jeli bisa bekerja sama dengan petani kopi dalam memilih biji kopi terbaik.

Dalam fase ini tentu si roaster harus memiliki pengetahuan tentang kopi itu sendiri. Seperti apa jenis kopinya, masa tanam, karakteristik lahan, faktor alam cuaca, dan masih banyak lainnya. Seperti diketahui dalam proses penanaman kopi juga tak semudah panennya. Ada ketelitian dan cara tertentu agar kopi bisa tumbuh dengan baik dan menghasilkan biji-biji terbaik juga.

Selain petani kopi, roaster yang baik, menurut Ramdhan juga harus mengenal adanya perantara antara petani kopi dan si pembeli biji kopi. Perantara ini biasanya berperan sebagai pengumpul hasil panen kopi dari si petani, untuk kemudian ditawarkan lagi kepada pembeli. Akan tetapi, Ramdhan menyarankan roaster haruslah membeli langsung kepada petani untuk mendapatkan hasil terbaik.

"60 persen kopi enak berasal dari kebun dari petaninya. Roaster pilih ke kebunnya langsung. Karena itu pengetahuan akan bagaimana menanam kopi juga penting bagi roaster," ujar Ramdhan.

Secara umum coffee roaster merupakan salah satu kunci penting dalam menghadirkan secangkir kopi nikmat di coffee shop. Tugas coffee roaster tak mudah, dia harus benar-benar paham tentang menghidupkan biji kopi yang mentah menjadi nikmat saat berada di atas cangkir. Tak hanya bertugas menyangrai biji kopi terbaik. Proses kimia senyawa kopi yang harus dia benar-benar pahami. Karena setiap biji kopi memiliki karakteristik unik yang harus dia ketahui.

Tidak semua biji kopi lezat jika disangrai sampai ke titik medium. Tugas roaster untuk mengetahui kenikmatan dan rasa seperti apa yang terkandung dalam biji-biji kopi. Roaster juga harus melakukan berbagai eksperimen demi mendapatkan hasil roasting yang paling nikmat. Dia tak sekedar memasak kopi mentah menjadi matang. Dialah titik awal sebuah kenikmatan yang dihasilkan dalam kecermatan, ketelitian dan latihan yang dilakukan secara berulang-ulang.

Adapun senjata roaster tentu mesin roasting. Ramdhan mengungkapkan bahwa harga satu mesin roasting tidaklah murah dari ratusan juta hingga miliaran rupiah untuk kualitas terbaik. Tentunya kualitas mesin roasting juga menentukan kualitas kopi yang dihasilkan.

Sebagai gambaran dalam mengoperasikan mesin roasting ada beberapa hal yang penting dikuasai yakni mengatur naik turunnya suhu melalui besar kecilnya api; Memperhatikan perubahan warna kopi; Membaui aroma; Serta mencatatnya dalam laporan berdasarkan waktu.

"Untuk karier di roaster dimulai dari asisten roaster dulu. Tugasnya seperti bantu pilih-pilih biji. Belajar dasarnya dulu. Dari asisten roaster ke roaster. Kalau kedepannya saya inginnya masyarakat lebih bisa menghargai dibalik orang-orang dibalik layar. Kaya petaninya lebih dihargai," ujar Ramdhan.

Secara terpisah, roaster lainnya yakni Aryanto memaparkan, untuk menjadi roaster, diperlukan keahlian yang dan jam terbang yang cukup. Roaster, biasanya diawali dengan tingkatan pemula. "Prosesnya itu memerlukan waktu dan jam terbang yang cukup. Untuk stkamur diluar negeri, seorang roaster yang profesional memerlukan minimal 1.000 jam memasak kopi," ujar Ary.

Perbedaan tingkatan seorang roaster adalah skill mereka dalam memasak kopi. Menurutnya jika sudah mencapai tingkatan profesional, seorang roaster dapat memasak menimbulkan rasa baru dari jenis kopi yang sama. Menurut Ari, seorang roaster haruslah memahami seluruh karakter kopi. "Setiap jenis kopi itu berbeda penangannya dan karakternya. Itu adalah tugas roaster untuk mengetahui satu per satu guna mendapatkan cita rasa yang baik," paparnya.

Baik Ary dan Ramdhan sepakat bahwa ke depan potensi profesi roaster di Indonesia masih sangat besar. Terlebih dengan adanya prediksi peningkatan coffee shop ke depannya tak hanya di kota megapolitan namun juga sudah menjalar ke daerah-daerah. "Takaran gaji seorang roaster kopi biasanya 2 digit," ujar Ary. 

COMMENT
500

Topcareer.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE