real
		time web analytics
Ada Apa di Erasmus Training Centre?

TOP CAREERErasmus Training Center (ETC) yang baru saja diresmikan pada Februari 2017, direncanakan menjadi wadah untuk persiapan studi orang Indonesia yang akan belajar di Belanda. Lalu, bagaimana kegiatan ETC saat ini? Apakah sudah bisa digunakan sesuai konsep perencanaannya?

Hingga kini, ternyata pihak ETC sendiri masih melakukan pematangan terkait konsep yang diinginkan empat universitas pemrakarsa, yakni Leiden, Stenden, VU Amsterdam, dan Groningen. Keempat universitas itu mengharapkan mahasiswa Indonesia yang belajar di Belanda bisa memenuhi persyaratan selama berkuliah di sana.

“Keempat universitas ini menerima mahasiswa dari Indonesia. Mereka mengharapkan bahwa mahasiswa dari Indonesia bisa memenuhi persyaratan yang diharapkan oleh keempat universitas ini. Untuk mencapai persyaratan itu, diharapkan persiapannya ada di sini (ETC),” ucap Yanna Parengkuan, Office Manager ETC ketika ditemui Topcareer.id.

Yanna menambahkan, saat ini konsep pematangan itu hanya tinggal mengurus administrasi saja. Direncanakan, akhir September 2017, semua konsep dan terkait administrasi bisa segera dirampungkan. Sehingga bisa langsung digunakan sesuai dengan harapan awal pembentukan.

Sebenarnya persiapan studi seperti apa yang bakal tersedia di ETC? Setelah bekerja sama dengan empat universitas Belanda tersebut, mereka menyampaikan bahwa secara prestasi mahasiswa Indonesia siap untuk kuliah di negeri kincir angin. Namun, kendala yang kerap kali menghambat adalah keterampilan dalam menulis tesis berbahasa asing.

“Si dosen tidak bermasalah dengan isi konten tesis, tapi teknik menulis secara ilmiah dalam bahasa asing itu kendala. Kebanyakan orang Indonesia bahasa Inggrisnya baik, tapi dalam menulis itu yang harus dilatih menurut mereka,” ucap Yanna.

Nantinya, selain dari persiapan penulisan metode ilmiah, akan ada persiapan lainnya sesuai dari kebutuhan yang dirasa perlu.  Dan itu, kata Yanna, perlu diperoleh informasinya dulu dari universitas Belanda sehingga bisa disiapkan training-nya seperti apa.

Sejauh ini, konsep tersebut memang hanya persiapan menulis tesis dalam bahasa Inggris saja. Lalu bagaimana dengan bahasa Belandanya? Yanna mengaku belum mengetahui apakah akan ada training persiapan kuliah dengan bahasa pengantar Belanda atau tidak. Itu menjadi tahap lanjutan konsep ETC ke depan.

Kursus Bahasa Belanda

Tempat kursus bahasa Belanda memang jumlahnya tidak sebanyak tempat kursus bahasa Inggris yang menjamur. Bahkan untuk wilayah Jakarta sendiri, masih bisa dihitung jari dan ETC bisa dijadikan salah satu pilihan tempat kursus bahasa Belanda.

Sejak awal hingga saat ini, ETC memang menyelenggarakan kegiatan kursus bahasa Belanda. Di ETC sendiri, tersedia kursus bahasa Belanda untuk tingkat dasar dengan lama waktu belajar 3 semester. Kemudian untuk tingkat lanjut dan tingkat akhir masing-masing 2 semester.

“Buku ajar yang kami pakai di sini, kami belinya dari sana (Belanda). Mereka sudah tahu kalau belajar buku ini, levelnya sudah sampai di mana, itu ketahuan,” papar Yanna.

Sementara, ketika ditanya apakah ada klasifikasi belajar bahasa Belanda berdasarkan kebutuhan, misal untuk profesional, Yanna menjawab belum ada. Selama ini, kursus bahasa Belanda di ETC hanya untuk umum saja, tidak ada klasifikasi khusus untuk pekerja atau yang hendak studi.

Karena, sambung Yanna, kebutuhan yang disediakan ETC hanyalah mempu melakukan komunikasi verbal dengan bahasa Belanda. Itu pun percakapan sehari-hari. Bahkan, untuk kemampuan menulis tidak dituntut dengan bahasa yang terlalu sempurna.

Nah, setelah lulus, peserta didik ETC akan mendapatkan sertifikat yang menunjukkan bahwa dia sudah lulus level tertentu dalam berbahasa Belanda. Namun, sertifikat yang dikeluarkan oleh ETC tidak berlaku secara internasional.

“Paling tidak mereka bisa kasih lihat kalau mereka itu pernah kursus. Dan kalau mereka ikut kursus ke tempat lain, di belanda atau di Indonesia, paling tidak itu bisa dibawa. Kemungkinan mereka tidak perlu mengulang dari nol.”

Terkait harga untuk tingkat dasar, lanjut, dan akhir, di tiap semester dipatok harga di kisaran Rp2.100.000 hingga Rp2.450.000. Jam kegiatan belajar kursus di hari Senin, Kamis, dan Sabtu.

Untuk tenaga pengajar profesional di ETC ada 20 orang, dan mereka semua lulusan Sastra Belanda Universitas Indonesia. “Kalau saat ini sedang tidak ada orang Belandanya. Kalau ada kebetulan dosen tamu, paling mereka hanya memberikan les tambahan. Masuk ke kelas-kelas, satu jam untuk tambahan,” pungkas Yanna. 

Persiapan Akulturasi Budaya

Jika ingin bekerja atau studi di Belanda, tak hanya mematangkan bahasa percakapan saja, persiapan terkait pengetahuan budaya Belanda juga dibutuhkan. Istilahnya agar tidak kaget ketika sudah sampai di sana untuk menetap dalam jangka waktu yang cukup lama.

Beberapa tahun terakhir, ETC bekerja sama dengan Nuffic Neso mengadakan persiapan akulturasi budaya terhadap mahasiswa yang hendak studi ke Belanda. Khususnya bagi mereka yang sudah mendapatkan beasiswa studi Belanda dan diterima oleh universitas Belanda.

“Di bulan Mei sampai Juni ada kerja sama beri kursus akulturasi. Pengenalan budaya masyarakat Belanda. Plus sedikit juga bahasa Belanda supaya mereka untuk practice-practice bisa. Paling tidak telinganya tidak asing,” ujar Yanna.

Kerja sama akulturasi budaya dengan Nuffic Neso ini sudah berjalan lima tahun. Dan sebagian besar yang ikut merupakan penerima beasiswa StuNed (Studeren in Nederland), atau dari luar, seperti LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan).  

COMMENT
500

Topcareer.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE