real
		time web analytics
Ternyata Generasi Milenial Lebih Suka Disuruh

TOP CAREER – Jika kamu bicara soal keterlibatan pekerja dengan perusahaan terkait kontribusi, komitmen lebih produktif, serta menjaga kualitas kerja, mungkin generasi milenial tidak bisa diandalkan. Sebab menurut sebuah riset terbaru mengungkapkan bahwa generasi milenial lebih suka disuruh, serta berorientasi pada pola kerja harian  bukan rencana-rencana jangka panjang. Kamu setuju?

Riset yang dilakukan Dale Carnegie mendapati bahwa hanya satu dari empat milenial yang terlibat penuh dalam perusahaan. Riset ini melibatkan 600 generasi milenial (kelahiran antara 1986-2000) yang bekerja di ragam profesi dan berkantor di Jakarta, Surabaya, Bandung, Balikpapan, Makassar, dan Medan.

Lebih lanjut riset ini mengungkapkan sebanyak 66 persen milenial menyatakan hanya terlibat sebagian, dan sembilan persen menolak terlibat terkait urusan perusahaan.

National Marketing Director Dale Carnegie Indonesia Joshua Siregar mengatakan mereka yang hanya mau terlibat sebagian ini memiliki karakteristik khusus, misalnya hanya berkonsentrasi pada tugas, bukan hasil. Mereka juga lebih suka disuruh, serta berorientasi pada pola kerja harian  bukan rencana-rencana jangka panjang.

Menurut Joshua, milenial yang enggan terlibat pada perusahaan biasanya memang merasa tidak betah di perusahaan itu, lalu meracuni teman soal perusahaan dan membuat kacau.

Joshua mengatakan karakteristik ini muncul karena beberapa hal, antara lain karena generasi milenial tengah berada pada fase menikmati kebebasan, memilih arah hidup, mencari pengalaman, pekerjaan, hingga pertemanan.

“Poin ini yang membedakan mereka, membedakan dari generasi X yang saat ini mencari kemapanan,” kata Joshua.

Joshua mengakui situasi ini juga pernah dialami oleh generasi X di masa lalu ketika masih masuk dalam kategori usia generasi milenial saat ini. Namun persoalan saat ini berbeda karena ada faktor lain yakni periode masa hidup.

Dari sisi teknologi, generasi milenial jauh lebih berkembang. Terbukti mereka familiar dengan gadget hingga perkembangan teknologi lain. Dengan demikian, meskipun siklus hidup sama, terdapat perbedaan pada efek periode masa hidup.

“Bagi milenial, dunia bisnis dan peluang kerja bukan hanya di Indonesia. Ada pemikiran ‘saya enggak harus kerja di perusahaan’. Mereka punya pilihan lebih banyak," ujar Joshua.

Ini berarti perusahaan-perusahaan bisa jadi akan lebih sulit mencari pegawai baru karena generasi milenial ini termasuk yang lebih terbuka pada peluang di tempat-tempat lain.

COMMENT
500

Topcareer.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE