real
		time web analytics
Sebelum Ajukan Beasiswa, Pahami Dulu 3 Hal Ini

TOP CAREER – Mau studi ke luar negeri tapi dana enggak mendukung? Udah enggak zaman lagi. Sekarang banyak negara yang menyediakan beasiswa kok bagi pelajar yang berniat studi ke luar negeri. Nah, sekarang gimana caranya dapat beasiswa biar studi ke luar negeri enggak keluar duit banyak.

Bahkan tak jarang di antara beasiswa yang diberikan itu, meng-cover biaya sekolah hingga biaya hidup selama di luar negeri. Jadi, yang perlu dilakukan ya cuma belajar serius agar hasil yang didapat bisa maksimal. Communication and Promotion Coordinator dari Australia Awards, Nuzulia Latifah bersedia berbagi tipsnya agar kalian bisa meraih beasiswa.

1. Pastikan Paham Bidang Studi yang Diambil

Kalau beasiswa di Australia Awards itu memang tersedia untuk mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 dan S3. Jadi, tips pertama adalah perlu tahu persis bidang studi apa yang akan diambil agar ke depannya lebih mudah.

Nuzulia mengatakan untuk mengetahui lebih dalam soal program studi yang hendak diambil, kalian harus rajin mencari tahu. Misal lewat Googling atau bertanya pada alumni yang pernah studi di negara atau program studi yang dituju.

“Jangan malu untuk menghubungi pihak universitas atau profesornya langsung. Kalau profesornya memang tertarik dengan topik penelitian, pasti dia akan me-reply. Jadi, profesor di sana akan merespons dengan baik. Kalau dia tidak merespons itu apakah dia sedang liburan, atau dia memang sibuk sekali,” kata Nuzulia kepada TopCareer.id.

2. Paham Kontribusi Studi yang akan Diberikan

Ia menyampaikan, sebelum menginginkan beasiswa, kalian juga harus paham apa kontribusi studi yang akan dibawa ketika kembali lagi ke Indonesia. Jadi, sebelum berangkat pun harus punya gambaran bentuk kontribusi yang bisa diberikan serta akan digunakan untuk di mana.

“Misal, nanti saya akan belajar ini, nanti setelah pulang akan saya terapkan di sini-sini. Jadi itu sudah direncanakan dari awal,” ujar Nuzulia.

Sementara, terkait ikatan setelah studi, beasiswa Australia Awards Indonesia sendiri hanya memiliki satu persyaratan, yakni harus segera kembali ke Indonesia minimal sebulan setelah selesai studi.

“Dan aplikasikan ilmu yang didapat itu di Indonesia. Awardee tidak diperkenankan untuk kembali ke Australia untuk studi selama masa 2 tahun. Jadi, justru ikatan dinasnya dengan pemerintah Indonesia, kalau dari pemerintah Australia sendiri sama sekali tidak ada tuntutan apa-apa.”

3. Dalami Jenjang Pendidikan yang Hendak Diambil

Jadi, jika ingin mengambil program S2 dan S3 di Australia itu, ada yang by course dan ada yang by research. Kalau yang by course, kata Nuzulia, nantinya tidak harus membuat penelitian sehingga cukup dengan mengikuti perkuliahan saja.

Namun, jika berminat ke jenjang S3, maka tidak cukup kalau hanya mengambil by course saja. Akan kembali lagi, bidang studi apa yang ingin diambil, jika menyangkut bidang ilmu pengetahuan, science, atau teknologi tentu lebih disarankan by research, bukan by course.

“Apa saja yang dibutuhkan untuk melakukan penelitian di Ausralia, tentu berbeda dengan di Indonesia. Itu setiap minggu harus ada progres report dari yang diminta oleh dosennya. Diskusi yang mendalam, itu kadang suka keteteran. Disiplinynya cukup tinggi, itu yag harus dipenuhi,” ujar dia.

Tips-tip tersebut perlu dipahami agar ketika di-interview lolos menjadi awardee hingga mulus melanjutkan studi ke luar negeri. Pesan terakhir, agar selalu percaya diri dalam mempresentasikan keunikan studi yang diajukan.

“Karena kan saingan ada 4.000, lalu apa yang membedakan Anda dari sekian ribu itu. Tentunya harus bisa menjelaskan dengan baik. Dan harus memahami benar apa yang dipresentasikan itu.” 

COMMENT
500

Topcareer.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE