real
		time web analytics
Cara Hipwee Mengenal Milenial

TOP CAREER – Sering baca konten-konten dari Hipwee? Sebagai media, Hipwee memang lebih dikenal dengan konten yang milenial banget. Hipwee mampu memetakan bahwa milenial Indonesia itu lebih suka konten yang relatable dan sangat mewakili perasaan mereka.

Sehingga bisa dilihat, konten-konten Hipwee akan lebih ke masalah cinta-cintaan ataupun problem kegalauan anak muda zaman sekarang. Menurut Chief Operating Officer (COO) Hipwee Nendra Rengganis, konten yang dekat dengan milenial itulah yang membuat Hipwee tumbuh dengan cepat.

“Awalnya belum sepenuhnya tahu kalau pasar kami itu milenial, kami kan mencoba konten apapun. Setelah mencoba banyak hal, yang paling berhasil itu milenial. Setelah itu barulah kami mengembangkan konten, masuk ke entertainment, masuk ke news and gadget karena kami sudah tahu nih core bisnisnya apa,” kata Nendra kepada TopCareer.id.

Perempuan bernama asli Nendra Primonik ini menyampaikan, untuk menulis konten yang milenial banget perlu mengetahui juga apa yang disuka oleh anak muda saat ini. Nendra mengaku Hipwee pernah melakukan riset kecil-kecilan terhadap isu yang laris digoreng di antara para milenial.

Dari hasil riset itu, ada tiga permasalahan anak muda yang sering kali dirasakan dan menjadi topik pembicaraan, pertama terkait body issue. Masalah ini bisa digolongkan seperti kegendutan, kekurusan, atau muka jerawatan dan enggak mulus.

“Terus yang kedua itu financial problem, soal kerjaan lah. Dan yang terakhir soal perasaan, psikologi, cinta-cintaan, merasa enggak percaya diri, merasa diremehin, merasa enggak bisa bersaing dengan teman-teman lainnya,” ujar perempuan lulusan Universitas Gadjah Mada itu.

Selain itu, gaya membaca anak muda zaman sekarang pun dinilai berbeda, Nendra mengatakan yang paling kelihatan dari gaya membaca anak milenial adalah attention spend yang pendek, bahkan kurang dari 8 detik.

Dari situ Hipwee lantas membuat konten yang mudah dicerna dengan bahasa juga yang tidak terlalu rumit, kemudian menggunakan trik sub point. Tujuan penggunaan sub point itu agar pembaca bisa langsung paham dari keseluruhan isi konten.

“Kamu kalau scroll konten kan scroll aja. Jadi, point itu penting banget, orang itu sudah paham dengan judul dan point-nya. Kontennya panjang oke, tapi point-nya pendek. Bikin konten semenarik mungkin. Enggak harus tulisan, sekarang ada banyak cara kayak infografis, pakai video,” ucap dia.

“Jadi, kalau dibilang milenial malas baca tuh enggak, hanya cara bacanya berbeda. Mereka tidak lagi membaca buku panjang, mereka membaca light by content.”

Sebagai media online yang dianggap mewakili anak muda milenial, Nendra mengaku bahwa Hipwee tidak bisa mengandalkan content writer dari karyawan Hipwee saja. Untuk itu, saat ini 80 persen konten Hipwee secara kuantitas diisi oleh kontributor, dan mereka secara sukarela menulis di Hipwee.

Sebagai media berbasis user generated content atau kontennya dari kontributor, Hipwee tak lantas melepas konten di-publish begitu saja. Nendra mengatakan, dengan user generated content malah dinilai tidak mudah.

“Karena kami harus memastikan kontennya terkurasi, valid. Tetapi yang harus dilakukan oleh media yang based on user generated content adalah kami harus memberikan role model dulu. Kami harus memberikan konten bagus dulu,” ujar Nendra.

Menurut Nendra, Hipwee membebaskan para kontributor ingin menulis apa saja karena sadar kalau Hipwee tidak akan bisa mewakili seluruh user di Indonesia. Sementara, saat ini Hipwee memiliki 6.000 kontributor di seluruh Indonesia.

Karena Hipwee memiliki visi menjadi lifestyle company yang bisa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi milenial, maka Hipwee tak hanya sekadar membangun komunitas online. Ada pula komunitas based offline yang dibangun di 6 kota besar.

“Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Yogyakarta, dan Solo. Mereka ini adalah garda depannya Hipwee sebagai lifestyle company. Ini visi yang sangat besar, harapannya di masa depan kami bisa launching bahkan produk-produk healthy eating, skincare, buku, layanan konseling karena kami emang tempat untuk menemani menyelesaikan masalah yang dihadapi milenial.”

 

COMMENT
500

Topcareer.id tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE